Kenali Zat Berbahaya dalam Makanan
formalin dan
melamin adalah contoh zat kimia yang disalahgunakan untuk campuran makanan dan
minuman. Hmm...masih ada lho, zat kimia lainnya dalam makanan dan minuman, yang
bila dikonsumsi terus-menerus dan dalam jumlah banyak juga berbahaya bagi
tubuh. Yuk, kita cermati!
Formalin
Formalin adalah zat kimia yang sering digunakan
sebagai desinfektan (pembasmi atau pencegah infeksi), pengawet bangkai atau
mayat, dan bahan baku pembuatan plastik.
Nah, formalin kerap disalahgunakan pemakaiannya untuk
mengawetkan makanan. Padahal, zat kimia ini dapat menyebabkan sakit perut akut,
muntah dan berak darah, serta kerusakan hati dan ginjal.
Boraks
Boraks banyak digunakan dalam industri kertas, gelas,
pengawet kayu, dan keramik. Boraks juga digunakan sebagai bahan pematri logam
dan pembasmi kecoa.
Zat kimia ini juga sering disalahgunakan sebagai
campuran makanan, supaya tekstur atau bentuknya bagus. Padahal, sebagaimana
formalin, penggunaan boraks untuk makanan juga dilarang pemerintah karena dapat
menyebabkan diare, kejang perut, kerusakan ginjal, gangguan sistem syaraf pusat
(otak), hingga kanker.
Rhodamin B dan Metanil Yellow.
Rhodamin B (RB) adalah zat warna buatan yang
menghasilkan warna merah. Sedangkan Metanil Yellow (MTY) adalah zat warna
buatan yang menghasilkan warna kuning. Kedua zat kimia ini adalah bahan pewarna
kertas, tekstil, dan cat serbuk.
Kedua zat kimia tersebut juga sering disalahgunakan
untuk pewarna makanan dan minuman karena warnanya bagus dan tidak mudah pudar
saat dimasak. Penggunaan Rhodamin B dan Metanil Yellow dalam makanan atau
minuman dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan dan saluran pencernaan,
kerusakan hati, tumor, dan kanker.
Sakarin
Sakarin atau saccharin (Sa) adalah zat pemanis buatan.
Pemakaian sakarin yang berlebihan bisa mengakibatkan kehilangan daya ingat,
insomnia (susah tidur), asma, hipertensi (penyakit darah tinggi), diare, sakit
perut, serta kanker otak dan kanker kantung kemih. Pemakaian sakarin sebenarnya
telah dilarang, kecuali bagi penderita diabetes (penyakit gula) dan obesitas
(kegemukan). Itu pun dibatasi tidak boleh lebih dari 1 gram sehari.
Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat
Natrium Benzoat (NB) dan Kalium Sorbat (Ks) adalah zat
pengawet yang penggunaannya memang tidak dilarang oleh pemerintah. Namun, jika
kedua pengawet ini dikonsumsi terus-menerus, apalagi dengan takaran yang tinggi
dan dipakai bersamaan, akan membahayakan tubuh kita. Kedua zat tersebut diduga
dapat menyebabkan penyakit kanker dan lupus (penyakit yang menyerang kekebalan
tubuh dan belum ada obatnya sampai sekarang).
Monosodium Glutamate
Monosodium Glutamate (MSG), atau yang sering disebut
vetsin, adalah zat kimia yang digunakan sebagai penyedap makanan atau penguat
rasa. Makanan yang diberi MSG akan terasa gurih dan lezat.
MSG memang tidak dilarang oleh pemerintah dan efek
sampingnya belum diketahui secara jelas. Namun, penggunaan yang terus-menerus
dan berlebihan diduga dapat mengakibatkan hipertensi, kerusakan otak, dan
memicu kanker.
Melamin
Melamin adalah bahan kimia yang banyak dipakai pada
industri plastik, lem, serta peralatan makan dan minum. Zat kimia ini sering
disalahgunakan sebagai campuran pada makanan atau minuman agar kadar protein
yang terkandung di dalamnya terkesan tinggi. Padahal, kadar protein yang
terkesan tinggi itu sebenarnya adalah kandungan nitrogen dalam melamin.
Penggunaan melamin dalam makanan bisa menimbulkan
gangguan pencernaan akut, kerusakan fungsi otak, hati, dan ginjal.
Tips :
1. Bila terpaksa jajan di pinggir jalan, waspadai
makanan dan minuman yang warnanya sangat mencolok. Sebab, bisa jadi makanan dan
minuman tersebut menggunakan pewarna Rhodamin B dan Metanil Yellow yang memang
tidak pudar saat dimasak.
2. Kita bisa mengetahui bahan-bahan yang digunakan
dalam makanan atau minuman, dengan membaca komposisi yang terdapat pada bagian
belakang kemasannya.
3. Waspadai makanan yang mengkilap, keras atau sangat
kenyal, karena hal itu menjadi ciri makanan yang mengandung formalin atau
boraks.
4. Tentu tidak semua makanan dan minuman mengandung
zat berbahaya. Oleh karena itu, kita perlu teliti sebelum membeli. Lebih aman
lagi, tidak jajan sembarangan. Membawa bekal buatan mama, jelas lebih sehat
sekaligus hemat.




