Sabtu, 02 Maret 2013


Kenali Zat Berbahaya dalam Makanan

 formalin dan melamin adalah contoh zat kimia yang disalahgunakan untuk campuran makanan dan minuman. Hmm...masih ada lho, zat kimia lainnya dalam makanan dan minuman, yang bila dikonsumsi terus-menerus dan dalam jumlah banyak juga berbahaya bagi tubuh. Yuk, kita cermati!
Formalin
Formalin adalah zat kimia yang sering digunakan sebagai desinfektan (pembasmi atau pencegah infeksi), pengawet bangkai atau mayat, dan bahan baku pembuatan plastik.
Nah, formalin kerap disalahgunakan pemakaiannya untuk mengawetkan makanan. Padahal, zat kimia ini dapat menyebabkan sakit perut akut, muntah dan berak darah, serta kerusakan hati dan ginjal.
Boraks
Boraks banyak digunakan dalam industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks juga digunakan sebagai bahan pematri logam dan pembasmi kecoa.
Zat kimia ini juga sering disalahgunakan sebagai campuran makanan, supaya tekstur atau bentuknya bagus. Padahal, sebagaimana formalin, penggunaan boraks untuk makanan juga dilarang pemerintah karena dapat menyebabkan diare, kejang perut, kerusakan ginjal, gangguan sistem syaraf pusat (otak), hingga kanker.
Rhodamin B dan Metanil Yellow.
Rhodamin B (RB) adalah zat warna buatan yang menghasilkan warna merah. Sedangkan Metanil Yellow  (MTY) adalah zat warna buatan yang menghasilkan warna kuning. Kedua zat kimia ini adalah bahan pewarna kertas, tekstil, dan cat serbuk.
Kedua zat kimia tersebut juga sering disalahgunakan untuk pewarna makanan dan minuman karena warnanya bagus dan tidak mudah pudar saat dimasak. Penggunaan Rhodamin B dan Metanil Yellow dalam makanan atau minuman dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan dan saluran pencernaan, kerusakan hati, tumor, dan kanker.
Sakarin
Sakarin atau saccharin (Sa) adalah zat pemanis buatan. Pemakaian sakarin yang berlebihan bisa mengakibatkan kehilangan daya ingat, insomnia (susah tidur), asma, hipertensi (penyakit darah tinggi), diare, sakit perut, serta kanker otak dan kanker kantung kemih. Pemakaian sakarin sebenarnya telah dilarang, kecuali bagi penderita diabetes (penyakit gula) dan obesitas (kegemukan). Itu pun dibatasi tidak boleh lebih dari 1 gram sehari.
Natrium Benzoat dan Kalium Sorbat
Natrium Benzoat (NB) dan Kalium Sorbat (Ks) adalah zat pengawet yang penggunaannya memang tidak dilarang oleh pemerintah. Namun, jika kedua pengawet ini dikonsumsi terus-menerus, apalagi dengan takaran yang tinggi dan dipakai bersamaan, akan membahayakan tubuh kita. Kedua zat tersebut diduga dapat menyebabkan penyakit kanker dan lupus (penyakit yang menyerang kekebalan tubuh dan belum ada obatnya sampai sekarang).
Monosodium Glutamate
Monosodium Glutamate (MSG), atau yang sering disebut vetsin, adalah zat kimia yang digunakan sebagai penyedap makanan atau penguat rasa. Makanan yang diberi MSG akan terasa gurih dan lezat.
MSG memang tidak dilarang oleh pemerintah dan efek sampingnya belum diketahui secara jelas. Namun, penggunaan yang terus-menerus dan berlebihan diduga dapat mengakibatkan hipertensi, kerusakan otak, dan memicu kanker.
Melamin
Melamin adalah bahan kimia yang banyak dipakai pada industri plastik, lem, serta peralatan makan dan minum. Zat kimia ini sering disalahgunakan sebagai campuran pada makanan atau minuman agar kadar protein yang terkandung di dalamnya terkesan tinggi. Padahal, kadar protein yang terkesan tinggi itu sebenarnya adalah kandungan nitrogen dalam melamin.
Penggunaan melamin dalam makanan bisa menimbulkan gangguan pencernaan akut, kerusakan fungsi otak, hati, dan ginjal.
Tips :
1. Bila terpaksa jajan di pinggir jalan, waspadai makanan dan minuman yang warnanya sangat mencolok. Sebab, bisa jadi makanan dan minuman tersebut menggunakan pewarna Rhodamin B dan Metanil Yellow yang memang tidak pudar saat dimasak.
2. Kita bisa mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam makanan atau minuman, dengan membaca komposisi yang terdapat pada bagian belakang kemasannya.
3. Waspadai makanan yang mengkilap, keras atau sangat kenyal, karena hal itu menjadi ciri makanan yang mengandung formalin atau boraks.
4. Tentu tidak semua makanan dan minuman mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu, kita perlu teliti sebelum membeli. Lebih aman lagi, tidak jajan sembarangan. Membawa bekal buatan mama, jelas lebih sehat sekaligus hemat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar